Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Vinsensius Jemadu mengatakan, di samping pengembangan KEK Tanjung Lesung, Kemenparekraf memiliki tugas untuk membangun daerah atau destinasi penyangga, salah satunya seperti Kampung Agrinex.
"Suatu saat kita bisa menyusun pola perjalanan atau travel pattern yang akan memberikan dampak terhadap length of stay wisatawan yang berkunjung," katanya.
Baca Juga:
Kemenhaj Pastikan Dapur Haji di Mekkah Sajikan Cita Rasa Nusantara
Sementara Direktur Utama PT Banten West Java, Poernomo Siswoprasetijo, mengungkapkan meskipun musibah tsunami sempat menghadang kawasan Banten pada tahun 2018, beberapa investor tetap berkomitmen untuk mengembangkan KEK Tanjung Lesung. Bahkan, ada investor yang akan menghadirkan premium outlet dan hotel baru.
"Saat ini sudah ada Ladda Bay Resort dengan 100 kamar yang sudah beroperasi. Kami juga sudah melakukan penandatanganan MoU dengan Ketua IMI Bambang Soesatyo untuk mengembangkan sport tourism multifunction," kata Poernomo.
Dia berharap seluruh pihak yang terlibat bisa mendukung, mengawal, serta mengawasi pengembangan yang ada di dalam maupun di luar KEK Tanjung Lesung.
Baca Juga:
Diklat Dasar KOKAM Sumedang 2026 Digelar Dua Hari, Siapkan Kader Tangguh dan Berintegritas
Dalam kesempatan itu turut hadir Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf/Baparekraf, Hanifah Makarim; dan Bupati Pandeglang, Irna Narulita. [rda]