Sayang banyak tidak percaya karena dalam pemberitaan statusnya masih disebut air pasang.
Dia berhasil menghubungi pihak manajemennya untuk meminta bantuan.
Baca Juga:
Perayaan HUT KAKR GBKP Klasis Sinabun Dirangkai Beberapa Kegiatan dan Mengajak Anak-Anak Untuk Mengenal Tuhan
Sayangnya ia pun harus menerima kenyataan pahit karena mendapati sang istri meninggal akibat tsunami.
Istri Ade Jigo dievakuasi ke klinik tempat di mana Ade dan anak-anaknya dirawat.
Istrinya adalah jenazah pertama yang dievakuasi warga dari titik bencana.
Baca Juga:
Satgas PHK Dibentuk, Pemerintah Siap Intervensi Perusahaan Demi Jaga Lapangan Kerja
Ade Jigo bercerita jika istrinya sempat divisum untuk mengetahui penyebab meninggal.
Ia mendapat pernyataan dari petugas medis bahwa sang istri menghembuskan terakhir karena tenggelam serta tidak bisa berenang saat dihantam ombak tsunami.
Tiga tahun berlalu, Ade Jigo tak pernah melupakan bahwa keluarganya korban tsunami.