Ketika sedang menimang-nimang sang anak yang kala itu baru berusia dua tahun, Ade pun menuju stand kopi.
Dia menawarkan untuk minum kopi dengan Aa Jimmy, namun langsung terkejut melihat air laut yang begitu tinggi.
Baca Juga:
Safari Ramadan di Sumbagsel, Dirut PLN Electricity Services Tekankan Integritas dan Kolaborasi untuk Kinerja Unggul
Ade menyaksikan buih ombak terlihat menyeramkan, tingginya sekitar enam meter.
Dia mencoba berlari sambil menggendong anak, tetapi baru tiga langkah ia sudah terkena hantaman ombak tsunami.
Berada di dalam air, Ade Jigo dan anak bungsunya tetap berpelukan. Ia tidak tahu bagaimana caranya keluar dari air.
Baca Juga:
Safari Ramadan 2026: PLN Electricity Services Kunjungi Pelanggan Electrifying Agriculture dan Perkuat Budaya Perusahaan Di Unit Kerja
Dia saat itu hanya mengikuti arus air yang membawanya sambil tetap menutup air mata.
Dia sadar tubuhnya terhantam besi dan benda-benda lainnya, ia tetap bertahan.
Beruntung ia tersangkut tali dan terjebak di dalam sebuah ruangan kecil.