"Sesajen itu kan simbol, sifatnya metaforis, simbol atas niat orang menyampaikan sesuatu, memediasikan pengalaman hidupnya, baik penderitaan yang sedang dialami, kemalangan ataupun sukacita dan harapan," kata Laksono.
Lebih lanjut, orang akan merangkai berbagai unsur sajen tersebut untuk disampaikan dalam sebuah ritual yang kemudian diletakkan di lokasi yang mereka anggap sakral, sebagai tempat berkaryanya Sang Ilahi.
Baca Juga:
Pangdam I/BB Kunker Kewilayah Brigif TP 37/HS, TNI Mendukung Pembangunan dan Keamanan di wilayah Kabupaten Karo
"Bagi orang Indonesia, cara menyembah Tuhan itu kan dasar sekali, menyembah-Nya dengan cara yang begitu kompleks dan artistik, berbeda-beda dari satu suku dan suku lain, kita sangat bervariasi," tuturnya.
Oleh karena itu, lewat sesajen disampaikanlah pesan tersebut kepada dunia yang tidak dipahami oleh manusia. [rda]